Rabu, 11 Maret 2009

CERITAKU



By : Mbak Fe
Aku lahir di sebuah kota kecil yang memiliki gunung tertinggi di jawatimur 31 tahun yang lalu dengan status wanita, entah dari mana aku memulai cerita ini. Mungkin ini adalah curahan hati seorang wanita yang mengalami suka dan duka kehidupan.
Dari mulai aku melihat dunia sampai aku menamatkan sekolah menengah kuhabiskan di kota kelahiran malah lebih tepatnya di pinggiran desa yang hampir dekat dengan laut selatan, aku terlahir sebagai anak dari orang terkemuka di desaku (tokoh desa) sehingga menjadi sorotan masyarakat dan itu menjadi beban bagiku, aku tidak bisa seenaknya melangkahkan kakiku, bahkan aku masih terkekang dengan dunia luar selain dengan sekolahku, aku Cuma tahu bagaimana aku bisa berprestasi, karena dengan begitu orang tuaku tidak akan malu dan hal ini yang membuat aku tidak menjadi diriku sendiri, bapakku tidak sekeras ibuku, cerita tentang bapakku mungkin beliau juga orang yang tidak punya pendirian tetap, karena kulihat dari perjalanan hidupnya sampai meninggal beliau berusaha membahagiakan orang walau mungkin itu bertentangan dengan hati nuraninya, saat kudengar ceritanya mulai dari pengunduran diri dari dinas angkatan darat yang kabarnya beliau pernah satu pasukan dengan bapak try soetrisno waktu pembebasan Irian Jaya, pengundurannya juga karena permintaan orang tuanya yang meminta beliau menjadi Sekretaris desa, lalu menjadi kepala desa dan sempat menjadi anggota DPRD, bisa dibayangkan bagaimana aku harus bersikap saat itu…….. tak bisa jadi diri sendiri…… itu pasti. Tapi aku bersyukur karena itu menjadi dasar kehidupanku tidak menjadi kelam, mungkin kalau aku tak melihat itu bisa aku bayangkan pergaulan bebas sempat ada teman bermainku harus rela meninggalkan sekolah karena hamil duluan istilahnya NBA (nikah by accident) itulah kata-kata keren pada zamanku, tapi aku sekarang bagaimana dosanya, Alhamdulillah…….
Sebenarnya aku juga pernah berontak dengan kondisi seperti di atas, aku ingin jadi aku sendiri, tapi aku menyadari tak ada gunanya harus bertentangan dengan orang tua, aku tak bisa melihat tangis ibuku karena bertengkar denganku, tapi dengan tamparan bapakku aku bisa berfikir dan punya keyakinan bahwa semua pasti aka nada hikmahnya, aku selalu mencoba untuk berfikir positif dengan segala larangan, walau dalam hati sakit dan nelangsa, dan satu tujuanku saat itu bagaimana aku bisa berhasil masuk perguruan tinggi negeri dan bisa keluar dari rumah dan segala peraturan, belajar dan belajar itulah yang aku lakukan tak pernah dalam kamusku menyerah, habis maghrib sampai tengah malam aku tak pernah keluar kamar, ku lahap pelajaran yang akan diberikan esok hari. Kuhabiskan masa remaja tanpa aku punya kegiatan lain selain belajar dan belajar.
Aku juga merasakan jatuh cinta kepada lawan jenisku dan berarti aku juga normal sebagai wanita, cinta pertamaku adalah kakak kelasku di SMA, kenapa aku berkata bahwa aku wanita normal, karena aku dijuluki teman-temanku si tomboy, aku tak pernah memakai rok kecuali sekolah, jangan liat aku kalau sedang memanjat pohon karena semua akan teriak-teriak, supaya aku turun, aku merasakan cinta pertamaku begitu indah walau aku memang tak pernah mau mengalah dengan dia. Tapi saat itu aku tak tahu apakah aku memang cinta atau hanya cinta-cintaan saja.
Aku merasakan kebebasan saat aku di terima di Universitas Negeri di kota Malang tanpa melalui tes (PMDK), jauh dari orang tua dan pengawasan, aku mulai berkeliat dengan jati diriku walau sifatku masih terbawa "Cuek is the best" itulah julukan yang melekat padaku, aku bebas……………, aku tak ada yang mengawasi………, bisa kemana saja……, dan aku menikmati kehidupan menjadi mahasiswi, aku mulai tak perduli dengan mata kuliah aku, aku sering titip absen, dan awalnya sih baik-baik saja. Mulai semester 3 aku bergeliat, aku mulai kenalan dengan kakak-kakak tingkat ku yang kebetulan mengulang atau perbaikan di kelasku, dan aku mulai senang perhatian sama cowok dan mencoba cari-cari perhatian siapa tahu dapat pacar, memang tidak pernah jadian tapi aku punya TTM banyak, mereka begitu dekat tapi tidak pernah jadi pacarku, pengalaman yang paling ku ingat dan tak pernah terlupakan, saat aku semester 7 aku naksir seorang cowok jurusan tekhnik mesin sudah mau wisuda, tapi saat itu dia punya pacar anak sedaerahnya, dia tahu aku kalau naksir dia, dan dia memanfaatkan perasaanku dengan apa yang ku punya, dia dekat tapi bukan milikku, aku selalu sakit hati melihat kedekatannya dengan cewek itu, dan suatu saat dia putus dengan ceweknya, aku berusaha memberikan perhatianku padanya tapi apa yang kutrima, dia mengatakan aku bukan tipenya, aku menangis dan pulang ke kost dalam keadaan hujan deras, aku berprinsip harus berubah, mulai detik itu aku merubah dandananku yang tomboy menjadi agak sedikit feminine, perubahanku membuat heran teman-teman kost dan teman dekatku, dan juga orang yang aku berhasil, ternyata aku berhasil membuat dia berbalik jatuh cinta padaku sampai aku akan wisuda aku dapat tuntutan punya PW (pendamping wisuda), ku jadikan dia PW ku. Aku tidak tahu apakah aku memang cinta dia ataukah hanya aku ingin balas dendam padanya,aku tak tahu yang aku tahu dan sadari……..
Sekarang aku tidak menikah dengan dia, aku berhasil membuat dia menangis dan saat ini, detik ini aku adalah seorang istri dan ibu dari putri yang saat ini berusia 1,5 tahun, dua belahan jiwaku yang selalu ada dihatiku dan yang memberiku sejuta cinta dan kasih sayang yang tidak tertandingi dengan apapun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar